Sabtu, 02 November 2019

Gerakan Tektonik

Gerakan tektonik adalah gerakan yang dapat mempengaruhi permukaan bumi melalui tektonik dari kulit bumi secara horizontal mupun secara vertikal karena arus konveksi yang berada dibawah lempeng. gerakan  tersebut dapat menimbulkan retakan, lipatan, lekukan, dan patahan. Ternyata gerakan tektonik ada 2 jenis, nih ! !  Temen-temen, Kedua jenis gerakan tektonik itu disebut gerakan epirogenetik (epirogenesa) dan gerakan orogenetik (orogenesa).

 1. Gerak Epirogenetik
Gerakan epirogenetik adalah gerakan naik turunnya kulit bumi dengan tenaga yang lambat dan meliputi daerah yang luas. 
Nah, ternyata gerak epirogenetik dibagi lagi menjadi 2, yaitu Gerak epirogenetik dibagi lagi menjadi gerakan epirogenesa positif dan gerakan epirogenesa negatif. Gerakan epirogenesa positif mengarah ke bawah, sehingga menyebabkan daratan turun. Oleh karena itu, permukaan laut seolah-olah naik. Sedangkan gerakan epirogenesa negatif membuat daratan naik karena gerakan tersebut mengarah ke atas. Hal tersebut menyebabkan permukaan laut seolah-olah turun. 


Hasil gambar untuk gerakan tektonik positif dan negatif       Hasil gambar untuk gerakan tektonik positif dan negatif

2. gerakan orogenetik
Gerak orogenetik terjadi relatif cepat dan memiliki daerah lingkup yang sempit. Bentuk gerakan orogenetik antara lain lipatan, patahan, atau retakan. 
gerakan orogenetik ini sangat berhubungan dengan pegunungan. maksudnya, gerakan ini dapat membentuk pegunungan. selain itu gerakan ini dapat menyebabkan gerakan horizontal dan juga vertikal di kulit bumi. gerkkan orogenetik ini juga bisa memyebabkan terjadinya dislokasi atau perpindahan letak lapisan bumi, seperti lipatan juga patahan. gerakan ini merupakan gerakan pembentuk pegunungan lipatan maupun patahan. 

                                                           Hasil gambar untuk patahan

 Selain menghasilkan patahan, gerak orogenetik juga menghasilkan lipatan. Lipatan yang lebih rendah disebut Sinklinal, sedangkan yang lebih tinggi disebut Antiklinal. Sinklinal dan Antiklinal ini bisa terjadi karena adanya kompresi lempeng. 

                                           Hasil gambar untuk sinklinal anti siklon      

gerakan lempeng juga membentuk bagian yang disebut batas lempeng. Batas lempeng tersebut dibagi menjadi 3, yaitu batas lempeng divergen, batas Lempeng Konvergen, dan batas Lempeng Sesar. semua ini akan dibahas di teori lempengan tektonik.

teori lempengan tektonik
di bumi ada beberapa lempengna besar dan kecil. lempengan tektonik ini menerangakaan kejadian gempa bumi, tsunami dan pembentukan jalur gunung. gerakan tektonik ini dibaagi 3 yaitu:

1. Gerakan Divergen 
yaitu gerakan tektonik yang saling menjauh. ggerkan ini dapat membentuk parit samudra, gerakan ini dapat dapat menjauh 2-10 cm.

                                            Hasil gambar untuk gerakan divergen

2. Gerakan Konvergen 
yaitu gerakan lempeng tektonik yang saling bertumbukan nah!! salah satu dati lempengan ini bakalan masuk/menungjam kebawah lempengan dengan sudut yang tajam. lalu, lempengan yang menumjang kebawah tadi akan melebur dikarenakan ujung lempengnya masuk ke dalam selubung bumi. tabrakan ini ada yang menunngjang kebawah dan ada yang menungjam ke atas sehingga dapat menjadi pegunungan contonya seperti peunungan himalaya.

Hasil gambar untuk gerakan konvergen












3. Gerakan Transfrom
yaitu, gerakan antar lempeng tektonik yang saling bergesekan berlawan arah.

                               


Itulah materi pembelajaran dari gerakan tektonik yang dapat menyebabkan gempa. indonesia adalah salah satu negara yang sangatlah rawan terjadi gempa temen-temen!! apalagi indonesia dilewati oleh 3 lempeng sekaligus bayangin seberapa ganasanya letak geografis indonesia. omg sekali khan...!!